Puisi mengikhlaskan tapi tak rela


MENGIHLASKAN TAPI TAK RELA
______________________

Angan ku terlalu jauh. Kau pernah dengar gagak merindukan bulan.   Itu lah diri ku..

Aku tatap bintang di langit  bintang itu bersinar terang. Meskipun  langit sedang gelap. Sedangkan aku tanah gersang.  Yang membutuh setetes air hujan. Untuk membasahi hati ku yang gersang

Lihat aku seorang anak petani yang miskin. Yang mencintai mu begitu tulus dari hati

Maaf ya.. sekarang aku tidak bisa membuat mu bahagia. Buat bahagia sendiri saja susah. Kalau ada yang bertanya kenapa tak bersama ku lagi. Bilang saja ini salah ku, yang tidak bisa buat mu bahagia.

Kalau kau mau pergi silakan.. aku tidak bisa melarang. Kalau ada yang bilang aku tidak baik untuk mu, kau terima saja. 

Tapi.. kau harus ingat. hati ini masih hanya satu nama itu kamu

Meskipun sejauh jauhnya kau pergi. Mendaki gunung menurun lembah dan menyebrang laut. Mencari sosok seperti aku. Tidak kau temukan. Cuma ada satu itu aku...

 Bila kau sangat lelah mencari sosok peganti aku. Meskipun beribu kau coba dengan pria yang lain tidak kau temukan. .  

Cobalah menoleh kebelakang,  jauh sekali dibelakang. Itu ada aku lho.. masih terpaku, menunggu mu kembali. Kedatangan mu, ku tunggu tunggu. Tidak pernah beranjak dari tempatnya.

Maaf.. aku terlalu sayang.. aku bingung dengan ke adaan ku sekarang.  Kenapa si kau tak beranjak dari hidup ku. Padahal kau tidak bersama ku lagi. Tolong ajari aku melupakan mu. Aku tahu kau gampang sekali untuk melupakan sosok diriku..  maaf.. ya kali ini aku tetap disini. Ditempat yang sama. Ditempat kita di pertemukan.......

Catatan:
LEE(dewa amor)
Rabu 15  Des 2021

Popular posts from this blog

Puisi Terjebak diruang virtual

Puisi maaf

Puisi dia ibu ku